
Memahami Emosi [Part 2] : Yang Harus Diantisipasi adalah Emosional, bukan Emosi. Karena tidak ada yang Salah dengan Emosi
Kita tidak bisa melihat emosi ketika kita sedang benar-benar tenang dan damai. Sebab dalam ketenangan, tidak ada yang bergerak, apa yang mau dilihat dan disadari ketika tidak ada yang bergerak.
Ketika mulai ada gerak emosi yang sedang mendominasi, penyaksian terhadap emosi justru akan muncul.
Rasa marah muncul. Takut datang. Sedih bergerak. Kecewa hadir. Itu semua bukan masalah. Yang perlu diperhatikan bukan kemunculan emosinya, tetapi gerakan setelah emosi itu muncul.
Ketika rasa marah bergerak menjadi tindakan, muncullah tindakan emosional. Ketika takut langsung diikuti keputusan, kita mulai bertindak dari ketakutan. Ketika kecewa langsung dilemparkan kepada orang lain, perasaan telah berubah menjadi reaksi.
Maka jangan memusuhi emosimu. Biarkan ia muncul. Rasakan. Saksikan geraknya.
Tetapi berikan jeda sebelum bergerak. Di dalam jeda, kamu dapat melihat dengan jernih: “Ini sedang terjadi di dalam diriku.”
Kamu tidak harus menekan emosi. Kamu juga tidak harus mengikutinya.
Emosi boleh bergerak. Kamu tidak harus ikut bergerak bersamanya.
Karena kebebasan bukan ketika kamu tidak memiliki emosi. Kebebasan adalah ketika emosi hadir tanpa harus mengendalikan tindakanmu.


