Nicholas Winton: Quiet Helper yang Menolong Tanpa Membutuhkan Pengakuan

Pernahkah kamu mendengar kisah Nicholas Winton? Pada 1939, ia mengorganisasi penyelamatan sekitar 669 anak dari Cekoslowakia yang terancam oleh kekejaman Nazi. Ia membantu mengurus perjalanan, mengumpulkan dana, dan mencarikan keluarga asuh bagi anak-anak tersebut.

Namun, selama puluhan tahun, kisah penyelamatannya hampir tidak diketahui publik. Bahkan, pada 1988, ketika ia diundang ke sebuah acara televisi BBC, ia tidak menyangka akan dipertemukan dengan orang-orang dewasa yang dahulu berhasil diselamatkannya. Banyak dari mereka berdiri untuk menunjukkan bahwa mereka berutang kehidupan kepadanya.

Bayangkan, sebuah tindakan yang menyelamatkan ratusan kehidupan tidak dijadikan panggung untuk membangun citra dirinya.

Sekarang, lihatlah diri kita. Terkadang, kita melakukan kebaikan kecil, lalu buru-buru memotretnya, mengunggahnya, dan mengumumkannya kepada banyak orang. Kita ingin orang lain tahu bahwa kita telah membantu. Kita ingin diapresiasi, dianggap dermawan, bahkan dikagumi.

Tentu, membagikan kebaikan tidak selalu salah. Bisa saja itu menginspirasi orang lain. Namun, cobalah bertanya dengan jujur: apakah kamu tetap akan melakukannya jika tidak ada seorang pun yang tahu?

Sebab, ada perbedaan antara menolong karena seseorang membutuhkan bantuan dan menolong karena kita membutuhkan pengakuan.

Kebaikan tidak membutuhkan penonton agar tetap menjadi kebaikan. Belajarlah melakukan sesuatu yang bermanfaat tanpa harus sibuk memastikan siapa yang melihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *