Wu Wei (Part 3) : Menarik Kupu-Kupu

Coba perhatikan kupu-kupu. Pernah mencoba menangkap kupu-kupu? Semakin dikejar, semakin ia menjauh. Kamu berlari, mengulurkan tangan, berusaha menangkapnya. Namun setiap kali hampir menyentuhnya, ia terbang lebih jauh.

Sebaliknya, ketika kamu duduk tenang di sebuah taman, menikmati suasana tanpa niat menangkap apa pun, kadang-kadang kupu-kupu justru datang sendiri.

Begitulah banyak hal dalam hidup : cinta, persahabatan, inspirasi, bahkan rezeki. Semakin kamu mengejarnya dengan ngoyo, tegang atau obsesi, semakin ia terasa menjauh. Karena energimu bukan lagi energi keterbukaan, melainkan energi kekurangan. Kamu bergerak dari rasa “belum cukup”.

Wu Wei mengajarkan sesuatu yang berbeda. Bukan tidak bertindak, melainkan bertindak tanpa ketegangan. Kamu tetap menanam bunga. Kamu tetap merawat taman. Kamu tetap melakukan bagianmu dengan penuh kesadaran. Namun kamu tidak mengejar kupu-kupu.

Kamu menciptakan kondisi yang baik, lalu membiarkan kehidupan melakukan sisanya. Dan sering kali, apa yang benar-benar kamu butuhkan datang ketika kamu berhenti memaksanya datang.

Ketika kita merawat taman hidup kita, bunga-bunga bermekaran, dan akhirnya kupu-kupu akan menemukan jalannya sendiri. Di saat energimu selaras, mungkin kupu-kupu akan mampir hinggap di tanganmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *