
Wu Wei (Part 2) : Air yang Keruh
Pernah melihat aliran air yang keruh? Semakin kita berusaha mencari yang bersih, air itu semakin keruh, karena kita aduk terus.
Lalu, jika ingin jernih, apa yang harus dilakukan? Didiamkan. Bukan diperbaiki. Bukan dipaksa. Bukan diaduk lebih keras. Cukup didiamkan. Tunggu saja.
Perlahan, endapan akan turun dengan sendirinya. Air yang tadinya keruh mulai kembali jernih. Bukan karena usaha tambahan, melainkan karena tidak ada lagi gangguan yang mengacaukannya.
Begitu pula dengan hidup. Ada masalah yang justru semakin kusut ketika terus dipikirkan. Ada pertanyaan yang semakin jauh jawabannya ketika terus dipaksa untuk dijawab. Ada luka yang semakin sakit ketika terus diutak-atik oleh pikiran.
Kita sering mengira bahwa setiap persoalan harus segera diselesaikan. Padahal tidak semua hal membutuhkan tindakan. Kadang yang dibutuhkan adalah ruang. Ruang untuk diam. Ruang untuk menunggu. Ruang bagi kehidupan untuk menata dirinya sendiri.
Inilah salah satu makna Wu Wei. Tidak semua keadaan perlu dikendalikan. Tidak semua kekacauan perlu dicampuri. Karena kehidupan memiliki kecerdasannya sendiri.
Maka ketika batinmu sedang keruh, jangan terburu-buru mengaduknya lagi. Diamlah sejenak. Karena mungkin, air itu sedang berusaha menjernihkan dirinya sendiri.


