
Orang Bisa Jatuh Cinta itu Ternyata Reaksi Kimiawi
Kenapa kalau orang lagi jatuh cinta itu jadi terlihat “bego”. Ternyata jatuh cinta itu reaksi kimiawi.. Saat itu, otak dibanjiri berbagai zat kimia yang memunculkan rasa euforia. Jantung berdebar, pikiran dipenuhi olehnya, dan kamu ingin terus dekat dengannya. Bahkan, sering kali kamu tidak lagi melihat kenyataan apa adanya.
Karena itulah banyak orang mengabaikan tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal. Kekurangan dianggap keunikan. Peringatan dianggap gangguan. Semuanya terasa indah karena pikiran sedang dipengaruhi oleh proses kimiawi.
Namun cinta yang sejati tidak berhenti pada euforia. Ketika gejolak itu mulai mereda, barulah kamu benar-benar melihat siapa pasanganmu, dan siapa dirimu. Di situlah cinta yang sesungguhnya diuji.
Apakah tetap memilih untuk mencintai dengan kesadaran, atau hanya mengejar sensasi yang sementara.
Jatuh cinta adalah anugerah. Tetapi tetap sadar saat mencintai itu lebih baik.


