Hubungan: HUkum BUtuh PegaNGAN

Saya punya kepanjangan untuk kata hubungan. HUBUNGAN adalah singkatan dari HUKUM (bagi yang) BUTUH PEGANGAN. Pernahkah kamu memperhatikan mengapa manusia membutuhkan sebuah hubungan?

Karena manusia takut kehilangan. Maka, ia membutuhkan pegangan. Ia butuh “hukum” untuk mengatur dan mengikat. Ia memberi nama pada kedekatan, membuat ikatan, menetapkan status, lalu menyusun berbagai kesepakatan agar sesuatu yang dicintainya tidak pergi begitu saja.

Hubungan pun menjadi semacam alat untuk meredakan ketakutan. Kita berkata, “Dia pasanganku.” “Dia milikku.” “Kami terikat.” Seolah-olah dengan memiliki sebuah nama dan status, kita bisa memastikan bahwa seseorang akan selalu berada di sisi kita.

Padahal, hubungan tidak pernah benar-benar menjamin bahwa seseorang akan tinggal. Ikatan bisa disepakati, komitmen bisa dijaga, tetapi kehidupan tetap bergerak. Manusia bisa berubah, perasaan bisa berubah, dan perjumpaan pun memiliki dinamikanya sendiri.

Bukan berarti hubungan tidak diperlukan. Hubungan bisa menjadi ruang untuk bertumbuh, berbagi, dan membangun kehidupan bersama. Namun, lihatlah dengan jujur: apakah kamu menjalin hubungan karena ingin berbagi kehidupan, atau karena kamu takut menghadapi kehidupan tanpa seseorang bersamamu?

Ketika hubungan menjadi pegangan untuk mengatasi ketakutan, kamu tidak lagi menikmati kehadiran seseorang. Kamu sibuk memastikan bahwa ia tidak akan pergi.

Mungkin, kedewasaan dalam mencintai dimulai ketika kamu mampu membangun ikatan tanpa menjadikan ikatan itu penjara. Kamu boleh menggenggam tangan seseorang, tetapi jangan lupa bahwa tangan itu bukan milikmu.. dan tidak bisa kamu miliki selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *