Cinta atau Kekosongan?

Kamu dapat mencintai seseorang dengan sangat dalam tanpa harus terpaku kepadanya.

Kamu dapat menjalin hubungan tanpa menjadikan hubungan itu sebagai identitasmu. Kamu dapat menikmati kebersamaan tanpa membutuhkan seseorang untuk melengkapi dirimu.

Sebab ketika kamu merasa seseorang harus melengkapi dirimu, sesungguhnya kamu sedang membawa sebuah kekosongan ke dalam hubungan.

Lalu tanpa sadar kamu berkata:
“Jangan tinggalkan aku.”
“Jangan berubah.”
“Jangan mengecewakanku.”
“Buat aku bahagia.”

Dan ketika ia tidak mampu memenuhi semua itu, kamu merasa tidak dicintai.

Padahal mungkin kamu sedang meminta sesuatu yang memang bukan tanggung jawabnya.

Cinta yang matang tidak berkata, “Kamu harus membuatku utuh.” Ia berkata, “Aku sudah utuh. Karena itu aku bisa mencintaimu tanpa banyak syarat dan kondisi.”

Sesekali tanyakan kepada diri kita dengan jujur: Apakah aku sedang mencintai seseorang, atau sedang meminta seseorang untuk melengkapi kekosonganku?

Jawabannya mungkin akan mengubah cara kamu mencintai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *