Jangan Jadi Ahli Sejarah

Dalam berumah tangga, jangan menjadi ahli sejarah.

Jangan setiap kesalahan pasangan disimpan baik-baik, lalu dikeluarkan kembali setiap kali terjadi pertengkaran:
“Kan dulu kamu juga pernah begitu.”
“Ini sudah kesekian kalinya.”

Akhirnya, rumah bukan lagi tempat untuk pulang, tetapi ruang sidang tempat masa lalu terus diadili.

Padahal setiap manusia pernah salah. Termasuk pasanganmu. Termasuk dirimu.

Jika setiap kesalahan harus terus dibawa ke masa kini, kapan hubungan memiliki kesempatan untuk bertumbuh?

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan. Memaafkan berarti tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai senjata untuk melukai kembali.

Belajarlah menjadi ahli masa kini. Lihat siapa pasanganmu hari ini. Lihat bagaimana ia sedang berusaha.

Dan jika masih ada cinta, berikan ruang untuk berubah. Karena rumah tangga bukan tempat mencari siapa yang paling benar.

Rumah tangga adalah tempat dua manusia saling menjadi guru dan murid. Belajar mencintai, belajar memaafkan, dan bertumbuh bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *