
Ketika Kamu Sudah Tidak Sibuk Menjadi Siapa-Siapa
Pernahkah kamu merasa harus menjadi seseorang agar hidupmu terasa berarti?
Harus berhasil. Harus terlihat hebat. Harus disukai. Harus diakui. Bahkan kadang kita sibuk membangun gambaran tentang diri yang ingin dilihat orang lain, sampai lupa merasakan siapa kita sebenarnya.
Perhatikan. Banyak kelelahan hidup bukan datang dari apa yang kita jalani, tetapi dari usaha terus-menerus untuk menjadi sesuatu yang belum tentu kita perlukan.
Kamu bekerja bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk membuktikan sesuatu. Kamu berbuat baik agar dianggap baik. Kamu berbicara agar didengar. Bahkan kebahagiaan pun kadang ingin diperlihatkan.
Di situlah kita kehilangan diri. Hidup berubah menjadi panggung, dan kita sibuk memainkan peran.
Padahal kamu tidak perlu menjadi siapa-siapa untuk hadir dalam kehidupan. Kamu tidak perlu membuktikan nilai dirimu kepada siapa pun.
Ketika kamu mulai menerima dirimu apa adanya, kamu tidak lagi hidup untuk mendapatkan pengakuan. Kamu mulai melakukan sesuatu karena memang itu perlu dilakukan.
Saat itulah kebebasan mulai tumbuh. Kamu tidak lagi bertanya, “Aku harus menjadi siapa?” Kamu mulai bertanya, “Apa yang sedang terjadi, dan bagaimana aku bisa hadir di dalamnya?”
Dan pelan-pelan kamu akan menyadari… ternyata hidup tidak meminta kita menjadi seseorang. Hidup hanya meminta kita hadir sepenuhnya.


