Pikiran itu Licik

Pikiran itu licik. Ia selalu ingin terlihat benar.

Ketika kamu melihat kesalahan orang lain, pikiran diam-diam mendapatkan sebuah kemenangan kecil.
“Aku lebih tahu.”
“Aku lebih benar.”
“Aku lebih baik.”

Rasanya menyenangkan. Karena ego senang sekali berada di posisi hakim. Ia mencari kesalahan orang lain agar dirinya merasa lebih tinggi.

Padahal semakin sibuk kamu menghakimi, semakin kuat pula ego sedang membangun identitasnya.

Kesadaran berbeda. Ia bisa melihat kesalahan tanpa harus merasa lebih baik. Ia bisa mengetahui sesuatu tanpa harus merendahkan. Ia bisa berbeda tanpa harus menjadikan orang lain salah.

Maka ketika kamu menemukan kesalahan seseorang, berhentilah sejenak. Amati apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam dirimu.

Apakah kamu sedang melihat orang lain? Atau sebenarnya sedang memberi makan egomu sendiri?

Karena sering kali, yang paling sulit bukan melihat kesalahan orang lain. Melainkan melihat permainan pikiran yang sedang terjadi di dalam diri kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *