Jangan ada Pikiran di Antara Kita. Biarkan Pertemuan ini Terjadi Tanpa Seizin Pikiran

Izinkan aku bertemu denganmu tanpa pikiranmu.

Tanpa prasangka.

Tanpa penilaian.

Tanpa cerita tentang siapa aku dan siapa kamu.

Karena aku tidak membutuhkan izin dari pikiranmu untuk hadir di hadapanmu.

Yang ingin bertemu bukanlah dua pikiran. Melainkan dua kehadiran.

Pikiran selalu sibuk memberi label. Emosi selalu sibuk memberi reaksi. Akibatnya, kita sering bertemu hanya dengan konsep tentang seseorang, bukan dengan orang itu sendiri.

Betapa indahnya jika sesaat saja kita meletakkan semua pengetahuan. Lalu hadir sepenuhnya.

Melihat tanpa menilai. Mendengar tanpa menyimpulkan. Merasakan tanpa membandingkan. Di sanalah pertemuan yang sesungguhnya terjadi.

Bukan antara aku dan kamu. Melainkan antara dua kesadaran yang sama-sama hadir dalam keheningan.

Dan keheningan tidak pernah membutuhkan kata-kata untuk saling mengenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *