
Siapa yang Betah dengan Kamu, Jika Kamu itu Hanya Pikiran dan Emosi
Mengapa ada orang yang merasa nyaman berada di dekatmu? Bukan karena pikiranmu. Bukan pula karena emosimu. Melainkan karena kehadiranmu.
Pikiran selalu ingin berdebat, berprasangka, dan merasa benar. Sementara emosi mudah berubah, timbul sentimen, naik dan turun mengikuti situasi eksternal.
Renungkan, mana ada orang yang benar-benar betah hidup di samping kamu dengan pikiran dan emosi yang bergejolak seperti itu..
Yang membuat seseorang merasa diterima adalah kehadiranmu yang utuh. Kehadiran yang mendengarkan tanpa tergesa menghakimi. Kehadiran yang tidak sibuk menunjukkan diri. Kehadiran yang membuat orang lain merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri.
Karena itu, jangan terlalu sibuk mempertahankan idea, membangun citra atau berusaha terlihat menarik secara fisik atau intelektual. Tapi bangunlah kualitas kehadiranmu. Sebab pada akhirnya, yang paling dirindukan bukan kata-katamu, namun kehadiranmu yang murni.
Coba tanya orang lain dilingkunganmu, apakah kehadiranmu membawa ketenangan? Apakah kamu betul-betul dirindukan? Ataukah mereka hanya pura-pura senang, atau Purba (Pura-pura Baik)


