Aku adalah Puisi. Kamu Bisa Membacaku. Tapi Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Memahamiku

Aku adalah puisi.

Kamu bisa membacaku.

Namun kamu tidak akan pernah benar-benar memahamiku hanya dengan logika.

Karena puisi tidak diciptakan untuk dianalisis. Ia diciptakan untuk dihadirkan.

Begitu pula kehidupan. Semakin kamu berusaha memahami segala sesuatu hanya dengan pikiran, semakin banyak hal yang luput dari pengalamanmu.

Ada hal-hal yang hanya bisa dimengerti ketika kamu diam. Ketika kamu hadir sepenuhnya. Tanpa keinginan untuk menjelaskan. Tanpa kebutuhan untuk menyimpulkan.

Maka, jika ingin memahamiku, jangan hanya datang dengan kepalamu. Datanglah dengan seluruh kehadiranmu.

Dan lebih dari itu…
Jadilah puisi.

Hiduplah dengan kelembutan, keheningan, dan keindahan yang tidak selalu membutuhkan alasan.

Karena hanya puisi yang mampu mengenali puisi. Dan hanya kehadiran yang mampu mengenali kehadiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *