Yang Sudah, Ya Sudah. Bukan Diolah

Bagi orang yang sadar, yang sudah ya sudah. Bukan karena ia tidak memiliki masa lalu. Bukan karena ia tidak pernah terluka, gagal, kehilangan, atau melakukan kesalahan. Tetapi karena ia tidak lagi menjadikan apa yang sudah terjadi sebagai tempat untuk terus tinggal.

Sebaliknya, penderitaan sering muncul ketika sesuatu yang telah berlalu masih terus diolah oleh pikiran. Kejadian telah selesai, tetapi ceritanya masih diulang. Orangnya sudah pergi, tetapi kehadirannya masih dipelihara dalam ingatan. Kesalahannya sudah terjadi, tetapi diri sendiri masih terus dihukum.

Yang membuat masa lalu terasa hidup bukan semata-mata kejadiannya. Melainkan pikiran yang terus mengolahnya.

Kesadaran tidak membutuhkan masa lalu untuk terus menjadi nyata. Ia melihat, menerima, memahami, lalu membiarkan sesuatu kembali menjadi pengalaman.

Kamu tidak harus melupakan masa lalu. Cukup jangan tinggal di dalamnya. Yang sudah terjadi, biarkan menjadi pengalaman. Yang sudah selesai, biarkan selesai. Yang tidak bisa diubah, tidak perlu terus dipaksa berubah.

Kedamaian bukan ketika masa lalu berubah. Kedamaian adalah ketika kamu berhenti mengolah sesuatu yang sudah selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *