Tubuh yang Mubazir

Mubazir, jika kamu memiliki tubuh, tetapi tidak pernah benar-benar hadir di dalamnya.

Tubuhmu berjalan, bekerja, makan, berbicara, bahkan tertawa. Namun pikiranmu terus mengembara ke masa lalu, ke masa depan, ke kekhawatiran, ke penilaian orang, ke hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi. Akhirnya kamu hidup, tetapi tidak benar-benar mengalami hidup.

Tubuh selalu berada di saat ini. Namun pikiran jarang ada di sini. Di situlah manusia kehilangan kehadiran. Padahal tubuh adalah gerbang paling nyata menuju kehidupan. Melalui napas, sentuhan, rasa, dan detak jantung, kehidupan terus berbicara kepadamu. Namun kamu terlalu sibuk di kepala, hingga lupa pulang ke tubuhmu sendiri.

Maka sesekali, berhentilah. Rasakan kakimu menyentuh tanah. Sadari napasmu. Nikmati air yang kamu minum. Hadir penuh saat makan, berjalan, atau memandang langit.

Karena hidup tidak terjadi di dalam pikiranmu. Hidup terjadi di sini, di dalam tubuh yang sedang bernapas ini.

Dan ketika kamu benar-benar hadir di dalam tubuhmu, sesuatu yang sederhana terasa begitu hidup, dan begitu penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *