Sunyata – Asih – Darmasahaja, disingkat SADAR, adalah tiga pilar bagi kebahagiaan batin.
Sunyata bermakna keheningan, kekosongan abadi yang tidak terikat bentuk. Saat kamu berani masuk ke sana, melepaskan kemelekatanmu akan peran dan kecintaanmu akan nama, batinmu menjadi lapang. Dari ruang hening inilah lahir Asih atau kasih, kualitas cinta murni yang tidak menuntut, tidak ingin memiliki, hanya ingin mengalir dan memberi.
Tanpa keheningan, cinta mudah berubah menjadi cinta ego, cemburu, menuntut, ingin menguasai. Namun ketika cinta lahir dari Sunyata, ia menjadi Asih yang memeluk tanpa menggenggam.
Lalu Asih akan melahirkan Darmasahaja, perilaku kebajikan yang sederhana, apa adanya. Tidak dibuat-buat, tidak mencari pujian. Dalam cara bicaramu, dalam cara kamu memandang, dalam cara kamu memperlakukan sesama, terlihat kesahajaan yang lembut.
Inilah Tritunggal dalam kematangan batin : Hening yang melahirkan kasih, kasih yang menjelma laku sederhana.
Ingat rumusnya : Masuklah ke hening, lahirkan kasih, wujudkan dalam kesederhanaan. Itulah jalan pulang menuju kebahagiaan yang tidak tergantung apa pun di luar diri.
Konten oleh Abah Isa



