Kehilangan yang disalah pahami akan membuatmu menderita

Ananda tersayang,
Kehilangan yang disalahpahami akan membuatmu stres dan menderita. Karena pikiran selalu menganggap kehilangan sebagai bencana, seolah hidup sedang merampas sesuatu yang “milikmu”. Padahal tidak ada yang benar-benar milik kita. Semua hanya singgah, baik itu orang, benda, keadaan, bahkan tubuh ini.

Jika kehilangan kamu sikapi dengan sukarela dan sadar, ia berubah menjadi jembatan emas menuju kepulangan sejati. Kehilangan seperti semesta berkata pelan, “Sudah waktunya kamu melepas.” Bukan untuk menyakitimu, tapi untuk membebaskan genggamanmu.

Ananda, yang membuatmu sakit bukan hilangnya, tapi penolakanmu. Kamu ingin yang pergi tetap tinggal. Kamu ingin yang berubah kembali seperti dulu. Dari situ konflik lahir. Tapi ketika kamu berkata, “Baik, aku menerima,” dada mulai lapang. Luka perlahan terurai.

Lihatlah ini dari sisi kesadaran, hilang itu bukan akhir, melainkan tawaran pulang. Pulang dari kemelekatan, pulang dari ilusi kepemilikan, pulang ke ruang hening yang tidak bisa kehilangan apa pun.

Jika sesuatu hilang, alih-alih menangis dan meratap, kamu bisa ucapkan dalam hati, “Terima kasih. Aku ikhlas. Aku belajar untuk kembali pulang.”

Konten oleh Abah Isa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *