
Seni yang Paling Artistik adalah Lukisan Hidupmu
Seni yang paling artistik bukanlah lukisan yang tergantung di dinding, melainkan lukisan yang sedang berlangsung di dalam dirimu sendiri.
Ada pikiran yang datang, emosi yang bergerak, rasa yang berubah, kenangan yang muncul, dan berbagai pengalaman yang silih berganti. Semuanya hadir dengan warna dan bentuknya masing-masing.
Kadang kamu merasa suci. Kadang kamu merasa hina. Kadang kamu melakukan sesuatu yang kamu anggap benar, lalu di waktu lain kamu menyadari kesalahanmu sendiri. Jangan membenci bagian dirimu yang tidak kamu sukai. Lihatlah semuanya sebagai bagian dari lukisan kehidupan yang sedang tersingkap.
Bukan berarti tidak ada tindakan yang perlu diperbaiki atau tanggung jawab yang harus dijalankan. Tetapi kamu tidak perlu menghakimi seluruh keberadaanmu hanya karena satu pikiran, satu emosi, atau satu kesalahan.
Keheningan tidak memilih warna mana yang boleh muncul. Ia menyediakan ruang bagi semuanya untuk hadir. Merah tidak harus menjadi biru. Gelap tidak harus berpura-pura terang. Kamu tidak perlu menjadi lukisan yang sempurna. Kamu hanya perlu berani melihat seluruh lukisanmu dengan jernih.
Sebab mungkin keindahan terdalam bukan terletak pada apa yang muncul di dalam dirimu, melainkan pada keheningan yang mampu menyaksikan semuanya tanpa kehilangan dirinya sendiri.


