
Saat Tidak Punya Uang dan Saat Berlebih Uang
Pernah merasakan hidup saat tidak punya uang? Di masa itu, kamu berpikir, “Kalau punya uang, hidup pasti lebih tenang.” Lalu kamu bekerja keras, berjuang, dan berharap semua masalah akan selesai ketika keadaan berubah.
Namun saat rezeki mulai berlebih, ternyata persoalannya hanya berganti bentuk.
Yang dulu sibuk mencari uang, kini sibuk mengelolanya. Ada pinjaman, pajak, investasi, dan berbagai tanggung jawab. Daftar kebutuhan perlahan berubah menjadi daftar keinginan. Pikiran kita penuh dengan list keinginan.
Begitulah pikiran bekerja. Ia selalu menemukan alasan untuk merasa kurang dan merasa belum aman.
Saat miskin, merasa kurang karena tidak punya. Saat kaya, merasa belum aman karena tuntutan juga banyak.
Padahal sumber penderitaan bukan terletak pada jumlah uang yang kamu miliki. Melainkan pada pikiran yang tidak pernah merasa cukup.
Uang memang bisa menyelesaikan banyak persoalan. Tetapi ia tidak pernah bisa menggantikan rasa cukup. Karena rasa cukup tidak lahir dari isi dompet.


