Nungguin Air Mendidih

Kalau kamu menunggu air mendidih sambil terus melihat panci :
“Kok lama ya?”
“Belum mendidih juga..”
“Sudah berapa menit ini?”

Rasanya waktu berjalan lambat. Namun ketika kamu tinggal sebentar untuk melakukan hal lain, lalu kembali, “Lho, kok sudah mendidih?”

Begitulah cara pikiran bekerja. Banyak orang bukan lelah karena hidupnya terlalu berat. Mereka lelah karena terus mengawasi hasil. Setiap hari mereka memeriksa apakah usahanya sudah berhasil, apakah rezekinya sudah datang, apakah hubungannya sudah membaik, apakah dirinya sudah berubah.

Akibatnya, energi tidak lagi mengalir pada proses, tetapi terjebak pada penantian. Dan penantian yang diawasi terus-menerus terasa melelahkan.

Hidup memiliki waktunya sendiri. Seperti air yang mendidih, ada proses yang tidak bisa dipercepat hanya dengan melihatnya terus. Bahkan sering kali, semakin kamu gelisah menunggu, semakin panjang rasanya perjalanan itu.

Maka lakukan yang perlu dilakukan. Nyalakan apinya. Jaga prosesnya. Lalu lepaskan pengawasan yang berlebihan. Karena pertumbuhan, perubahan, dan hasil terbaik sering datang ketika kamu berhenti menghitung-hitungnya.

Percayalah…
Seperti air akan mendidih pada waktunya, jika niat, gerak dan arah energimu selaras, maka apa yang kamu butuhkan akan datang sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *