“Nrimo” adalah Kualitas yang Tidak Banyak Dimiliki Orang

Menerima itu kualitas. Tidak semua orang mampu menerima kenyataan apa adanya. Tidak semua orang sanggup memaafkan ketika disakiti.

Ego selalu ingin melawan, membalas, atau mengubah apa yang sudah terjadi. Namun kesadaran memilih untuk menerima.

Menerima bukan berarti membenarkan kesalahan. Memaafkan bukan berarti melupakan peristiwa. Menerima adalah berhenti berperang dengan kenyataan. Memaafkan adalah membebaskan dirimu dari beban yang terus kamu bawa. Itulah sebabnya menerima membutuhkan kekuatan batin yang besar.

Orang yang mampu menerima bukanlah orang yang kalah. Ia adalah orang yang cukup matang untuk tidak lagi diperbudak oleh luka, kebencian, dan penyesalan.

Karena pada akhirnya, yang paling merdeka bukanlah orang yang berhasil mengubah semua keadaan. Melainkan orang yang mampu berdamai dengan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *