Mengalir itu Bukan Tidak Boleh Punya Rencana. Namun, dengan Energi Apa Kamu Bergerak?

Ketika kita diminta mengalir bersama kehidupan, apakah berarti kita tidak boleh memiliki keinginan, harapan, dan rencana?

Tentu boleh.
Kamu boleh memiliki tujuan. Jadikan ia arah, seperti kompas yang membantumu mengetahui ke mana hendak berjalan. Tetapi ada satu hal yang jauh lebih penting untuk diperhatikan: Dengan energi apa kamu bergerak?

Ada dua kluster energi. Yang pertama: hasrat, ambisi, obsesi. Kamu bergerak karena merasa ada sesuatu yang kurang. Kamu mengejar, memaksa, takut gagal, takut kehilangan. Bahkan ketika sampai, sering kali yang muncul adalah keinginan berikutnya.

Yang kedua: penghargaan terhadap hidup, keheningan, dan keutuhan. Kamu tetap bergerak menuju arah yang kamu pilih, tetapi tidak karena merasa dirimu kurang. Kamu bergerak karena kehidupan ingin bergerak melalui dirimu.

Arahmu boleh sama. Tujuanmu boleh sama. Tetapi energi di balik perjalanan itu mengubah seluruh pengalamanmu.

Bukan tujuan yang menentukan kualitas perjalananmu. Energi yang membawamu menuju tujuan itulah yang menentukan.

Maka jangan hanya bertanya, “Aku mau ke mana?” Tanyakan juga: “Dari keadaan batin seperti apa aku sedang bergerak?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *