
Memahami Emosi [Part 6] : Jangan Kehilangan Dirimu di Dalam Pusaran Emosi Orang Lain
Ketika kamu terlalu lama berada di dalam pusaran kebutuhan emosional seseorang, perlahan kamu bisa kehilangan dirimu sendiri.
Awalnya mungkin karena cinta. Kamu ingin memahami. Ingin menemani. Ingin membuatnya tenang. Ingin menyelesaikan kegelisahannya.
Tetapi tanpa sadar, kamu mulai menjadikan keadaan emosinya sebagai tanggung jawabmu.
Ia sedih, kamu ikut tenggelam. Ia marah, kamu merasa bersalah. Ia kecewa, kamu merasa harus memperbaikinya.
Akhirnya kamu tidak lagi hidup dari pusatmu sendiri. Kamu hidup dengan terus membaca suasana hati orang lain. Dan ini melelahkan..
Bukan karena orang itu salah. Bukan pula karena kamu tidak mencintainya. Tetapi karena cinta telah berubah menjadi keterikatan.
Cinta yang sehat tidak meminta kamu kehilangan dirimu agar orang lain merasa utuh.
Kamu boleh hadir untuk seseorang tanpa menjadi penanggung jawab atas seluruh emosinya. Kamu boleh mendengarkan tanpa ikut tenggelam. Kamu boleh mencintai tanpa kehilangan pusat kesadaranmu sendiri.
Berada di dekat seseorang tidak berarti harus berada di dalam pusaran emosinya.
Tetaplah hadir. Tetaplah mencintai. Tetapi jangan meninggalkan dirimu sendiri demi menjaga dunia batin orang lain. Karena ketika kamu kehilangan dirimu, bahkan cintamu pun kehilangan rumahnya.


