
Luka itu Ternyata Pengalaman yang belum Selesai menjadi Cinta
Luka sebenarnya adalah pengalaman yang belum kembali menuju cinta. Ia masih tertahan di dalam diri, menjadi rasa sakit, kecewa, marah, atau sedih yang terus hidup karena belum benar-benar diterima dan dirangkul dalam kesadaran.
Selama pengalaman itu masih ditolak, ia tetap menjadi luka. Kamu mungkin mencoba melupakannya, menutupinya, atau menghindarinya. Namun yang ditolak tidak pernah benar-benar selesai. Ia hanya bersembunyi dan muncul kembali dalam bentuk lain. Di sinilah perjalanan batin itu terjadi.
Luka tidak selesai dengan kebencian. Tidak selesai dengan pelarian. Tidak selesai dengan penolakan. Ia selesai ketika kembali ke cinta.
Bukan cinta yang sentimental, tetapi penerimaan yang utuh terhadap apa yang pernah terjadi. Kamu mulai melihat pengalaman itu tanpa lagi memusuhi diri sendiri ataupun orang lain. Dan perlahan, rasa sakit itu berubah.
Yang dulu terasa pahit, mulai dipahami. Yang dulu terasa menghancurkan, mulai memberi makna. Di titik itu, pengalaman telah pulang. Perjalanannya selesai.
Bukan karena masa lalunya berubah, tetapi karena hatimu tidak lagi berperang dengannya. Dan ketika luka telah kembali ke cinta, yang tersisa hanyalah kedewasaan dan kedamaian yang lebih dalam.


