
Ketika Manusia Melihat Jagat Raya, Sesungguhnya Ia Sedang Melihat Wajahnya Sendiri (Part 1)
Manusia mungkin satu-satunya makhluk yang mampu melihat “wajahnya” sendiri. Bukan hanya wajah yang ia lihat melalui cermin, tetapi melalui kesadaran. Ketika manusia memandang bumi, langit, lautan, pepohonan, bahkan galaksi yang jauh di angkasa, sesungguhnya ia sedang melihat dirinya sendiri.
Apa yang ada di luar, hidup juga di dalam dirimu. Unsur-unsur yang membentuk bintang, adalah unsur yang membentuk tubuhmu. Ruang luas di semesta, juga ada dalam kesadaranmu. Karena itu manusia selalu terdorong untuk melihat keluar, menjelajah, mengamati, mencari tahu. Tanpa sadar, ia sedang mencoba mengenali hakikat dirinya sendiri.
Semakin jauh manusia melihat semesta, semakin ia seharusnya menyadari betapa ajaib keberadaannya. Kamu bukan makhluk yang terpisah dari alam semesta. Kamu adalah bagian dari gerak kosmik itu sendiri.
Maka ketika kamu menatap langit, jangan merasa kecil dan asing. Lihatlah dengan kesadaran bahwa semesta yang luas itu, juga hidup di dalam dirimu. Alam sebagai jagat besar dan tubuh sebagai jagat kecil sesungguhnya adalah satu bagian yang tidak terpisahkan.
Dan mungkin, seluruh perjalanan manusia mencari keluar, pada akhirnya hanyalah perjalanan untuk mengenali wajahnya sendiri.


