
Ketika Ego Diminta Bertanggung Jawab
Bertanggung jawab itu memang tidak enak. Sebab ketika ego diminta bertanggung jawab, ia seperti kebakaran jenggot.
Ego ingin merasa nyaman. Ia ingin tetap melihat dirinya sebagai korban, sebagai pihak yang paling benar, atau sebagai seseorang yang “terpaksa” mengalami semuanya karena orang lain.
Maka ketika kamu berkata, “Ini tanggung jawabku,” ego mulai kehilangan tempat untuk bersembunyi.
Bertanggung jawab bukan berarti menyalahkan diri sendiri atas segala sesuatu yang terjadi. Bertanggung jawab berarti berhenti menyerahkan keadaan batinmu kepada orang lain.
Kamu boleh terluka oleh seseorang. Tetapi apa yang kemudian kamu lakukan dengan luka itu adalah wilayahmu. Kamu boleh mengalami kejadian yang tidak kamu pilih. Tetapi bagaimana kamu melihat, merespons, dan menjalani pengalaman itu adalah sesuatu yang perlu kamu kenali sendiri. Di sinilah ego merasa tidak nyaman.
Karena selama kamu menyalahkan keadaan, ego masih bisa merasa aman. Tetapi ketika kamu mengambil kembali tanggung jawab, ada sesuatu yang runtuh: alasan untuk terus menjadi korban.


