Ananda terkasih, sebelum kamu menjadi seseorang, kamu sudah utuh. Sebelum kamu menyandang nama, identitas, dan berbagai peran dalam kehidupan, kamu sudah hadir sebagai kehidupan itu sendiri.
Ketika lahir, kamu tidak membawa gelar, tidak membawa status, tidak membawa tuntutan untuk menjadi siapa pun. Kamu hanya hadir, hidup, bernapas, dan utuh apa adanya.
Namun seiring waktu, dunia mulai memberimu banyak label. Nama, peran, harapan, dan berbagai ukuran tentang siapa kamu seharusnya menjadi. Harus jadi suami/istri yang baik, anak yang shaleh, orang tua yang bertanggung jawab, guru yang mulia, pekerja yang rajin. Semua itu gelar yang diberikan dari luar, dan kamu dibentuk dari sana. Bukan dari dalam dirimu sendiri.
Perlahan kamu mulai percaya bahwa nilai dirimu ditentukan oleh pencapaian, pengakuan, atau keberhasilan di mata orang lain. Dari situlah muncul dorongan untuk terus membuktikan diri.
Padahal sesungguhnya kamu tidak pernah berutang pembuktian kepada dunia. Menjadi apa pun kamu hari ini, berhasil atau belum, dihargai atau tidak, tidak pernah mengurangi keutuhan yang sudah ada sejak awal.
Keutuhanmu tidak datang dari luar. Ia tidak bergantung pada pujian, status, atau peran yang kamu jalani. Ia sudah ada sebelum semuanya itu muncul.
Maka berhentilah mengejar pengakuan untuk merasa cukup. Kembalilah menyadari bahwa sejak awal kamu sudah utuh. Dari kesadaran itulah kamu bisa menjalani hidup dengan lebih ringan, tanpa harus menjadi siapa-siapa untuk merasa berarti.




SRA🙏
Rahayu Rahayu Rahayu
Terimakasih ABAH