IBADAH [Part 2] : Jika Salah Dimaknai, Ibadah Justru Akan Menjauhkanmu dari “Tuhan”

Pernahkah kamu menyadari bahwa sesuatu yang seharusnya mendekatkanmu kepada Tuhan justru bisa menciptakan jarak?

Ketika kamu menganggap Tuhan hanya hadir di tempat ibadah, pada waktu berdoa, atau ketika menjalankan ritual tertentu, tanpa sadar kamu sedang membatasi kehadiran-Nya dalam ruang dan waktu tertentu saja.

Seolah-olah Tuhan ada di dalam rumah ibadah, tetapi tidak ada di pasar. Hadir ketika kamu berdoa, tetapi tidak hadir ketika kamu bekerja. Dekat ketika kamu menjalankan ritual, tetapi jauh ketika kamu berhadapan dengan orang yang menyakitimu.

Lalu, di manakah Tuhan ketika semua ritual itu selesai? Bukankah kehidupan tetap berlangsung? Napas tetap mengalir. Matahari tetap menyinari bumi. Pepohonan tetap tumbuh. Bahkan orang yang tidak pernah kamu anggap suci pun tetap menjadi bagian dari kehidupan yang sama.

Mungkin, yang membatasimu bukanlah Tuhan, melainkan pemahamanmu sendiri tentang kehadiran-Nya.

Ibadah seharusnya tidak membuatmu hanya mencari Tuhan di tempat tertentu, tetapi membantumu menyadari kehidupan tanpa terus-menerus membaginya menjadi yang suci dan yang kotor.

Jika setelah beribadah kamu hanya menemukan Tuhan di tempat ibadah, mungkin kamu telah mempelajari ritualnya, tetapi belum menyadari kehidupan yang melingkupinya.

Jangan berhenti mencari Tuhan ketika ritualmu selesai. Belajarlah melihat, mendengar, bekerja, dan memperlakukan sesama dengan kesadaran bahwa kehidupan tidak pernah benar-benar terpisah dari sesuatu yang kamu sebut suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *