Diam yang Mengiringi Gerak

Selama ini kita sering mengira bahwa diam dan gerak adalah dua hal yang berlawanan.

Ketika diam, kita merasa harus menghentikan gerak. Ketika bergerak, kita merasa telah meninggalkan keheningan.

Padahal, yang berlawanan bukanlah diam dan gerak. Yang berlawanan adalah ketegangan dan keheningan.

Kamu dapat berjalan dengan tubuh yang bergerak, tetapi batinmu tetap hening. Kamu dapat bekerja, berbicara, mencintai, dan menjalani kehidupan, tanpa kehilangan ruang diam di dalam dirimu.

Diam tidak harus berarti tubuh berhenti. Diam adalah ketika kamu tidak lagi melawan apa yang sedang terjadi. Tidak sibuk menambahkan keinginan, penolakan, atau tuntutan pribadi ke dalam setiap gerakan.

Ketika diam tidak lagi berlawanan dengan gerak, setiap gerak dapat menjadi samadhi.

Bukan karena gerakan itu istimewa. Bukan karena kamu sedang melakukan sesuatu yang sakral. Tetapi karena tidak ada lagi “aku” yang tergesa-gesa menguasai gerakan tersebut.

Samadhi adalah diam yang mengiringi gerak. Kehidupan bergerak. Tubuh bergerak. Pikiran muncul dan berlalu. Dan di tengah semuanya, keheningan tetap hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *