Di Mana Aku Ketika Tidak Memikirkan Diriku?

Coba perhatikan sejenak. Ketika kamu tidak sedang memikirkan dirimu, tidak sedang mengingat masa lalumu, tidak sedang mencemaskan masa depanmu, dan tidak sedang sibuk mempertahankan siapa dirimu, di manakah “aku” berada?

Kamu tetap ada. Napas tetap berlangsung. Tubuh tetap hidup. Suara terdengar, kehidupan bergerak, dan berbagai kejadian tetap berlangsung. Namun, untuk sesaat, cerita tentang dirimu tidak sedang menjadi pusat dari segalanya.

Selama ini, kamu mungkin mengira bahwa dirimu adalah semua yang kamu pikirkan tentang dirimu: namamu, pengalamanmu, keberhasilanmu, kegagalanmu, dan segala sesuatu yang kamu sebut sebagai milikmu.

Tetapi, ketika pikiran tentang dirimu mereda, apakah keberadaanmu ikut menghilang? Atau justru kamu mulai menyadari bahwa hidup tidak membutuhkan cerita tentang “aku” untuk tetap berlangsung?

Mungkin, di sanalah kamu perlahan kembali ke “Sunya”. Bukan pergi ke suatu tempat, bukan pula mencapai keadaan khusus. Hanya meredanya kesibukan pikiran yang terus-menerus membangun dan mempertahankan diri.

Sunya bukanlah tempat yang harus kamu datangi. Ia tersingkap ketika kamu tidak lagi sibuk memenuhi ruang batinmu dengan cerita tentang siapa dirimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *