
Mantra: “Bukan Milikku”
Ada sebuah mantra sederhana yang bisa kamu gunakan ketika kehidupan mengambil sesuatu darimu: “Bukan milikku.”
Ketika kehilangan, ucapkanlah: bukan milikku. Ketika sakit, ucapkanlah: bukan milikku. Ketika perpisahan datang, ucapkanlah: bukan milikku. Ketika mengalami kerugian, ucapkanlah: bukan milikku.
Bukan untuk menyangkal kesedihan. Bukan pula untuk berpura-pura tidak terluka. Rasakan apa yang memang terasa, tetapi jangan menambahkan penderitaan dengan keyakinan bahwa sesuatu yang terjadi seharusnya tidak terjadi.
Kita sering menderita bukan hanya karena kehilangan, melainkan karena merasa telah kehilangan sesuatu yang seharusnya menjadi milik kita, padahal hakikatnya tidak ada!
Renungkan, tubuh ini berubah. Harta bisa berpindah. Orang yang kita cintai bisa pergi. Bahkan pikiran dan perasaan yang kita sebut milik kita pun datang dan berlalu tanpa meminta izin. Lalu, apa yang benar-benar bisa kamu genggam selamanya?
Mantra “Bukan milikku” bukan berarti kamu tidak boleh memiliki atau mencintai. Kamu boleh merawat, menikmati, dan menghargai semuanya. Tetapi jangan mengubah kebersamaan menjadi kepemilikan mutlak.
Nikmati ketika hadir. Syukuri ketika bersama. Relakan ketika harus pergi.
Sebab ketika kamu menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar bisa kamu miliki selamanya, kamu mulai belajar mencintai tanpa diperbudak oleh ketakutan kehilangan.


