
Memahami Emosi [Part 4] : Cemburu adalah Emosi. Dan itu adalah Racun
Kecemburuan sering dianggap sebagai tanda cinta. “Kalau aku tidak cemburu, berarti aku tidak mencintai.”
Padahal mungkin yang sedang berbicara bukan cinta, melainkan ketakutan kehilangan.
Cemburu membuat pikiran mulai menciptakan kemungkinan. Kamu mulai curiga, membaca gerak-gerik, mencari tanda-tanda, menghubungkan kejadian yang sebenarnya tidak berhubungan. Lalu kamu menderita oleh sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.
Inilah bahayanya curiga. Curiga adalah racun yang kamu minum sendiri, lalu berharap orang lain yang mati.
Semakin kamu mengikuti kecemburuan, semakin banyak energi yang kamu berikan kepadanya. Kamu mengawasi, bertanya, menyelidiki, membandingkan. Tubuhmu berada di sini, tetapi pikiranmu berkelana ke seribu kemungkinan. Dan perlahan kamu kehilangan kedamaianmu sendiri.
Cinta tidak membutuhkan penjara. Cinta membutuhkan ruang.
Kalau seseorang memilih tinggal bersamamu, biarkan ia tinggal karena cinta, bukan karena takut diawasi. Dan kalau seseorang pergi, tidak ada pengawasan yang dapat membuat cinta tetap hidup, biarkan.
Maka ketika cemburu muncul, jangan langsung percaya pada ceritanya. Saksikan.
Mungkin yang sedang kamu lihat bukan pengkhianatan orang lain. Mungkin kamu sedang melihat ketakutanmu sendiri.


