Kenali Sebelum Memahami

Jangan memahami sebelum mengenali. Jangan menyimpulkan sebelum menyaksikan. Sering kali kita ingin segera memahami sesuatu yang baru saja terjadi. Padahal yang kita pahami sering kali bukan kenyataannya, melainkan cerita yang sudah dibentuk oleh pikiran kita.

Seseorang berbicara sedikit, kita langsung menebak maksudnya. Sebuah kejadian muncul, kita segera mencari sebabnya. Sebuah perasaan datang, kita buru-buru memberinya nama. Kita belum benar-benar melihat, tetapi sudah merasa tahu. Padahal mengenali membutuhkan keheningan.

Lihat apa yang benar-benar terjadi. Dengarkan apa yang benar-benar dikatakan. Rasakan apa yang benar-benar terasa. Sadari apa yang sedang muncul di dalam pikiran. Jangan tambahkan cerita.

Setelah itu, barulah pemahaman memiliki dasar. Sebab pemahaman yang lahir sebelum pengenalan hanyalah asumsi. Kesimpulan yang lahir sebelum menyaksikan hanyalah cerita.

Maka hari ini, cobalah menahan satu kebiasaan kecil: jangan buru-buru tahu & menyimpulkan. Berikan ruang bagi kenyataan untuk memperkenalkan dirinya kepadamu.

Karena mungkin selama ini bukan kehidupan yang sulit dipahami. Kita hanya terlalu cepat menyimpulkan sebelum benar-benar melihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *