
Di Mana Ada Pengenalan yang Jernih, di Sana Ada Obyektif
Dalam kehidupan, ada dua objek yang kita kenali.
Yang pertama adalah objek eksternal, yaitu segala sesuatu yang kita temui melalui kejadian di luar diri. Alat untuk mengenali objek tersebut adalah dengan indera.
Yang kedua adalah objek internal, yaitu segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh dan batin kita sendiri. Pikiran, emosi, sensasi, dan berbagai gerak di dalam diri. Alat untuk mengenali objek tersebut adalah dengan hati.
Keduanya hanya perlu dikenali dengan jernih. Melihat apa yang terjadi sebagai apa adanya. Merasakan apa yang terasa. Mengenali apa yang sedang dipikirkan sebagai pikiran.
Tanpa mencampuradukkan. Tanpa buru-buru membuat cerita. Tanpa menambahkan penilaian. Cukup menyaksikan dan mengakui bahwa mereka ada, nyata.
Ketika pengenalan akan kehidupan menjadi jernih, lahirlah “objektif”. Bukan berarti kamu menjadi dingin atau tidak peduli. Justru kamu hadir sepenuhnya, tanpa ego yang terus-menerus ingin mengubah apa yang sedang terjadi menjadi cerita tentang “aku”.
Di sana sesuatu yang indah mulai terjadi. Setiap gerakmu menyatu dalam diam. Setiap diam menyatu dalam gerak.
Dan akhirnya kamu tidak lagi merasa sebagai seseorang yang harus mengendalikan kehidupan. Setiap gerak hidup dapat terhayati sebagaimana adanya, tanpa ego.


