
Apakah Energiku akan Berharmoni atau Berkonflik?
Setiap kali seseorang mengambil perhatianmu, di sanalah energimu ikut mengalir. Itu sudah hukumnya.
Ketika perhatianmu tertuju kepada seseorang karena kamu menyukainya, kamu sedang mengalirkan energi kepadanya. Begitu pula ketika kamu kesal, marah, kecewa, atau terus memikirkan seseorang.
Jangan mengira hanya cinta yang membuatmu terhubung. Kebencian pun bisa membuatmu terhubung. Benci, kesal, adalah bentuk keterikatan, karena perhatianmu masih berada di seseorang yang kamu benci, maka arah energimu akan selalu ke sana.
Perpindahan energi adalah sesuatu yang wajar. Kita saling memengaruhi, saling memberi, dan saling menerima setiap hari. Yang perlu kamu perhatikan adalah: apakah aliran itu menjadi harmoni atau konflik?
Lihatlah cinta.
Cinta bukan sekadar perasaan memiliki seseorang. Cinta adalah perjumpaan dua aliran kehidupan yang saling bergerak dan menemukan harmoni. Namun hati-hati, ketika cinta berubah menjadi cemburu, dia akan berubah dari harmoni menjadi konflik.
Ketika dua energi terus saling melawan, hubungan menjadi melelahkan. Namun ketika kamu menumbuhkan respek, ya rasa hormat dan penghargaan, maka semua perlahan menuju harmoni. Energi akan mengalir tanpa saling menguasai, memberi tanpa merasa kehilangan, menerima tanpa menuntut.
Kuncinya adalah respek. Maka perhatikan ke mana perhatianmu pergi hari ini. Karena ke sanalah sebagian energimu mengalir. Dan tumbuhkan rasa respek. Respek pada manusia dan setiap bentuk kehidupan. Kemudian jangan hanya bertanya, “Siapa ya yang aku perhatikan?” Tanyakan juga, “Apakah energiku akan berharmoni atau berkonflik?”



Terimakasih Guru!