Kita adalah Manusia yang Terkondisikan

Terkondisikan itu seperti memakai topeng agar terlihat menarik. Awalnya hanya untuk diterima, dipuji, atau dicintai. Namun semakin lama dipakai, kamu mulai mengira topeng itu adalah dirimu.

Padahal yang terkondisikan hanyalah kepribadian. Ia dibentuk oleh pengalaman, pujian, penolakan, rasa takut, dan harapan orang lain. Sedangkan kesejatianmu tidak pernah dibentuk oleh apa pun. Ia hanya tertutupi.

Selama kamu mempertahankan topeng, hidup akan terasa melelahkan. Kamu terus berusaha menjadi seseorang, bukan sekadar hadir sebagai dirimu sendiri.

Lepaskan sedikit demi sedikit apa yang bukan dirimu. Bukan dengan melawan, tetapi dengan menyadarinya. Saat semua yang terkondisikan mulai luruh, kamu tidak menjadi pribadi yang baru. Kamu hanya kembali kepada dirimu yang sejak awal selalu ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *