
Sentuhan yang Akan Selalu Ada Di sana
“Far or near, be my lover or hater, remember that I will always dance in your mind and your heart.”
Ada perjumpaan yang tidak selesai ketika tubuh berpisah. Jarak bisa memisahkan langkah, tetapi tidak selalu memisahkan jejak yang telah tertinggal di hati seseorang.
Kadang seseorang datang ke hidupmu hanya sebentar, namun pengaruhnya tinggal bertahun-tahun. Suaranya masih teringat. Tawanya masih terdengar. Kehadirannya masih terasa dalam ruang-ruang sunyi.
Mengapa? Karena yang menyentuh bukan tubuhnya, melainkan energinya. Cinta yang sejati tidak selalu bergantung pada kedekatan fisik. Ia hidup dalam kesadaran. Ia menjadi bagian dari perjalanan batin seseorang. Apalagi jika ada kehadiran yang pernah menuntunmu ke pusat dirimu, maka jejak kehadiran itu menjadi tidak bisa terlupakan.
Maka tidak penting apakah seseorang mencintaimu atau membencimu. Karena Kedua-duanya menunjukkan bahwa jejakmu masih hidup di dalam dirinya.
Namun jangan salah memahami. Tujuan cinta bukan untuk dikenang. Tujuan cinta bukan untuk membuat orang lain sulit melupakanmu, atau untuk memilikimu selamanya.
Cinta sejati adalah sentuhan yang membangunkan kesadaran. Dan ketika seseorang pernah disentuh oleh cinta seperti itu, ia akan menyadari bahwa yang ia rindukan bukan orangnya, melainkan kualitas kehadiran yang pernah ia rasakan. Karena sentuhan yang paling dalam adalah sentuhan yang pernah membangunkanmu, sentuhan yang pernah mengobrak-abrik egomu, dan menunjukkan padamu ruang sunyi di pusat diri. Itulah sentuhan cinta.


