
Vibrasi Personal menuju Vibrasi Kosmik (Part 3)
Perhatikan peristiwa. Ketika ada peristiwa datang di hidupmu, dan kamu tidak bisa memilih, menerima itu sebagai problem, maka itu akan berbuah penderitaan. Namun, ketika kamu berada di titik getir, dijatuhkan, ditolak, atau direndahkan, kamu masih bisa melihat bahwa di sana ada 2 pilihan, maka kamu mungkin akan selamat.
Pilihan pertama, kamu melihatnya sebagai masalah. Lalu kamu berusaha mengontrol, mengelola, dan mempertahankan label tentang dirimu. Kamu ingin tetap terlihat kuat, tetap benar, tetap bernilai. Konsekuensinya, di sana energi terkuras, vibrasi personal-mu chaos.
Pilihan kedua, kamu melihatnya sebagai kesempatan. Kesempatan untuk melepas label, untuk tidak lagi mempertahankan “aku” yang selama ini kamu jaga. Dan di titik ini, yang dibutuhkan adalah diam. Bukan diam karena kalah, tetapi diam karena sadar.
Kamu tidak mengikuti luka. Tidak memperpanjang penyesalan. Tidak bereaksi dari ego yang terluka. Kamu menerima tanpa perlawanan.
Ketika diammu utuh, tanpa upaya tersembunyi untuk mengendalikan, sesuatu akan terjadi. Energimu tidak lagi terpecah. Ia kembali menyatu. Dan dari keheningan itu, muncul getaran yang lebih luas, bukan lagi personal, tetapi mengalir deras dengan vibrasi semesta. Seolah kamu “meledak” tanpa suara.
Maka saat getir datang, jangan terburu-buru bertindak. Masuklah ke dalam diam. Terima sepenuhnya. Jangan berusaha mengontrol dan mengelola apapun. Karena di sanalah kemungkinan transformasi akan terjadi.


