Semesta tidak bekerja menurut moral, melainkan menurut hukum. Ia tidak peduli siapa yang jatuh dari atap, orang baik atau orang jahat, gravitasi tetap berlaku untuk keduanya. Hukum tidak memilih, ia hanya bekerja.
Baik dan buruk sering kali adalah pola pikiran. Sementara semesta merespon energi dan pola vibrasi. Siapa yang mampu “meledakkan” vibrasinya, punya daya, fokus, totalitas, maka ia akan memberi pengaruh pada sekitarnya. Di sinilah hukum “energi menangkap energi” bekerja.
Namun pahami ini dengan jernih, ini bukan pembenaran untuk jahat. Ini penjelasan tentang mengapa terkadang orang yang jahat terlihat “sukses”, itu karena ia total dengan arah egonya, sementara orang yang mengaku baik sering memalsukan diri, menahan isi batin, memakai topeng, mengorbankan kejujuran demi citra. Semesta membaca vibrasi, bukan slogan.
Karena itu kuncinya adalah menjadi genuine dengan kesadaran. Kesadaran akan membuatmu genuine tanpa menjadi brutal. Kesadaran membuatmu jujur tanpa menyakiti. Kesadaran membuat energimu utuh, tidak bocor karena pura-pura.
Jadilah genuine, tapi sadar. Utuhkan niatmu. Selaraskan pikiran, rasa, dan tindakanmu.
Saat vibrasimu jernih, pengaruhmu pun menyejukkan. Dan di sanalah hidup akan menemukan keberkahannya.




Salam Restu Abah
Salam Restu Abah
Salam Restu Abah