Ananda tersayang,
Pernah nggak sih, kamu duduk berhadapan dengan pohon, lalu bertanya dalam hati, “Ini pohon bisa ngobrol nggak ya? Kalau bisa, sekarang dia lagi ngomong apa?”
Coba suatu hari kamu lakukan. Duduk diam, tenang, jangan main HP dulu. Biarkan angin lewat, daun bergoyang, lalu rasakan bahasanya di dalam diam heningmu. Ternyata, lebih enak dengar bahasa pohon daripada bahasa tu orang ye, hehehe… Karena pohon tidak punya intensi lain selain satu niat: Tumbuh dalam Kepasrahan.
Dikasih hujan, dia tumbuh. Dikasih panas, dia tetap tumbuh. Diterpa badai, patah sedikit, dia tetap berusaha tumbuh lagi. Tidak pernah mengeluh, tidak drama, tidak curhat di status. Sementara kita? Baru dikasih susah sedikit, sudah habis semangat. Baru ada penolakan sedikit, sudah menyerah.
Pohon mengajarkan kita tentang konsistensi yang tenang. Dia tidak sibuk ingin diakui sebagai “pohon hebat”, tapi diam-diam memberi naungan, oksigen, dan keindahan.
Belajarlah pada pohon. Bisa tidak kamu tetap tumbuh, tanpa banyak bicara, tanpa banyak alasan, hanya setia pada niat untuk menjadi kehidupan yang bermanfaat?
Jujur saja, Nanda
sering kali pohon lebih konsisten daripada kita.



