
Gawai itu Nyawa?
Dari orang-orang yang saya temui di ruang publik, hampir semuanya memegang handphone.
Kepala menunduk. Mata menatap gawainya. Jari terus bergerak. Seolah hidup sedang terjadi di sana. Dan perlahan saya sadar mungkin saat ini gawai telah menjadi “hidup” bagi banyak manusia.
Bangun tidur mencarinya. Sebelum tidur menatapnya. Bahkan ketika bersama orang lain, perhatian tetap ada di layar. Tanpa sadar, manusia mulai jauh dari dirinya sendiri.
Padahal hidup yang nyata bukan di dalam handphone. Hidup ada di tubuhmu. Di napasmu. Di detak jantungmu yang masih bekerja tanpa henti. Maka sesekali, berhentilah.
Letakkan handphone-mu. Pegang dadamu. Rasakan detak jantungmu. Sadari napas yang keluar dan masuk. Di sanalah kehidupan benar-benar terjadi.
Bukan di notifikasi. Bukan di layar. Bukan di dunia virtual yang terus bergerak. Kamu masih hidup. Tubuhmu masih bernapas. Dan mungkin, itu jauh lebih penting daripada semua yang sedang lewat di genggamanmu sekarang.


