
Apakah Kita Boleh Berkeinginan?
Ananda tersayang,
Bolehkah kita punya keinginan? Boleh. Ingin sesuatu itu manusiawi. Keinginan lahir dari hidup yang bergerak. Tapi hati-hati, jangan jadikan keinginan sebagai bahan bakar utama. Kalau keinginan menjadi bahan bakar, ia akan jadi bos. Kamu akan dikejar-kejar hasrat, gelisah, dan rasa tidak pernah cukup karena selalu terobsesi.
Jadikan keinginan sebagai arah saja. Arah itu akan berubah menjadi niat. Niat lebih tenang, lebih jernih. Niat tidak memaksa hasil, niat hanya menunjukkan tujuan. Setelah arah jelas, jangan lagi hidup dari nafsu mengejar, tapi hiduplah dari totalitas dalam aliran.
Biarkan yang menjadi bahan bakar gerakmu adalah totalitas. Melakukan yang perlu dilakukan dengan hadir, gembira, dan sadar. Saat itu gerakmu bukan lagi gerak hasrat, melainkan gerak Bhakti, sebuah pengabdian kepada kehidupan.
Berbhakti kepada kehidupan artinya berkarya, merawat, memberi, dan mencinta tanpa harus selalu menuntut balasan. Karena sejatinya tidak ada yang perlu ditambahkan agar hidup “sempurna”. Kehidupan sudah utuh. Kamu hanya perlu menyatu dengan keutuhan itu, bukan sibuk mengejar sesuatu untuk menambal kekosongan.
Dan ingat, bahagia bukan karena semua tercapai, bahagia karena kamu hidup utuh dengan kehidupan yang sudah ada.


