
IBADAH [Part 4] : Ibadah itu Menghormati Keberadaan Diri
Pernahkah kamu berpikir bahwa ibadah juga merupakan bentuk penghormatan terhadap dirimu sendiri?
Selama ini, mungkin kamu memahami ibadah sebagai bentuk pengabdian kepada sesuatu yang berada di luar dirimu. Kamu menundukkan kepala, bersujud, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Namun, pernahkah kamu menyadari apa yang sedang kamu hormati melalui semua itu?
Bukan tubuhmu sebagai identitas. Bukan pula ego yang ingin dipuja dan dianggap istimewa. Melainkan kehidupan yang memungkinkanmu bernapas, berpikir, merasakan, mencintai, dan mengalami keberadaan.
Ada sesuatu yang lebih dalam daripada nama, status, jabatan, dan seluruh cerita tentang siapa dirimu. Maka, menghormati diri sendiri bukan berarti membesarkan ego. Justru sebaliknya, kamu belajar tidak merendahkan kehidupan yang hadir melalui dirimu.
Bagaimana mungkin kamu mengaku menghormati Tuhan, tetapi terus-menerus merusak tubuhmu, membenci keberadaanmu, dan memperlakukan dirimu sendiri tanpa penghargaan?
Ibadah seharusnya membuatmu semakin menghargai kehidupan, termasuk kehidupan yang sedang berlangsung di dalam dirimu. Jangan hanya bersujud kepada Tuhan, tetapi belajarlah juga menghormati kehidupan yang membuatmu mampu bersujud.
Sebab, penghormatan yang sejati tidak berhenti pada gerakan tubuh di hadapan sesuatu yang kamu anggap suci. Ia tercermin dalam bagaimana kamu memperlakukan kehidupan, termasuk dirimu sendiri.


