Belajar dari Kebijaksanaan Timur [Part 1] : Turunlah dari Kereta yang Salah

Saya sangat menyukai Falsafah hidup orang Jepang, salah satunya ada pepatah yang saya sukai mengatakan: “Jika kamu naik kereta yang salah, turunlah di stasiun terdekat. Semakin lama kamu bertahan, semakin mahal harga yang harus kamu bayar untuk kembali ke jalur yang benar.”

Begitu pula dengan kehidupan. Terkadang kamu sudah menyadari bahwa pekerjaanmu tidak lagi sesuai, menjalani hubungan atau relasi yang keliru, atau jalan yang kamu tempuh bukan lagi jalan yang ingin kamu jalani. Namun kamu memilih bertahan.

Alasannya bermacam-macam: sudah terlalu lama, sudah terlalu banyak berkorban, takut mengecewakan orang lain, atau takut memulai kembali dari awal.

Lalu kamu terus berjalan, bukan karena yakin dengan tujuanmu, melainkan karena merasa sayang meninggalkan perjalanan, sudah terlanjur dan lain-lain. Padahal, waktu yang telah kamu habiskan bukan alasan untuk terus menghabiskan waktumu.

Berani berhenti bukan berarti kamu gagal. Mengubah arah bukan berarti kamu kalah. Terkadang, justru dibutuhkan keberanian yang besar untuk mengakui bahwa kamu telah salah memilih jalan.

Tentu, jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena sedang lelah atau kecewa. Lihatlah dengan jernih, kenali kenyataannya, lalu tentukan langkahmu.

Ingat, kamu tidak harus terus melanjutkan perjalanan hanya karena sudah terlanjur naik kereta itu. Lebih baik terlambat menemukan jalan yang benar daripada tepat waktu tiba di tempat yang tidak pernah ingin kamu tuju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *