
Hidup Ini Seperti Sirkus
Hidup di dunia ini seperti sirkus. Ada yang berlari mengejar sesuatu yang tak kunjung didapat. Ada yang sibuk mempertahankan kedudukannya. Ada yang menangis karena kehilangan, ada yang marah karena keinginannya tidak terpenuhi. Ada pula yang merasa paling benar sendiri di tengah panggung kehidupannya. Dan kita semua menjadi bagian dari pertunjukan itu.
Ketika kamu terlalu serius menyikapi semuanya, hidup bisa terasa seperti beban yang tidak ada habisnya. Kamu lupa bahwa di balik setiap kejadian, selalu ada keunikan yang bisa diamati.
Sedih boleh. Marah itu manusiawi. Kecewa pun tidak perlu disangkal. Rasakan semuanya, tetapi setelah itu tutup semua rasa dengan tertawa. Tertawa adalah cara yang paling indah untuk mengakhiri. Jangan sampai kamu kehilangan kemampuan untuk tertawa.
Tertawalah melihat tingkah manusia. Tertawalah melihat keanehan kehidupan. Bahkan, belajarlah menertawakan dirimu sendiri ketika kamu menyadari betapa seriusnya kamu mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak abadi, dan mengatur yang tidak bisa kamu atur.
Tertawa bukan berarti meremehkan penderitaan. Tertawa adalah kemampuan untuk tidak membiarkan penderitaan menguasai seluruh hidupmu.
Jangan jadikan dirimu pemain yang lupa bahwa ia sedang berada di atas panggung. Jalani kehidupan dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan terlalu serius terhadap dirimu sendiri.
Kadang, kebijaksanaan tertinggi bukanlah menemukan jawaban atas semua teka-teki kehidupan, melainkan mampu tertawa di tengah segala keanehannya.


