
“Air Susu Dibalas Air Tuba” Tidak Berlaku untuk Pencinta
Orang berkata, “Air susu dibalas air tuba.” Ungkapan itu mungkin benar bagi mereka yang masih mencintai karena berharap balasan. Namun tidak bagi seorang pencinta.
Pencinta tidak mencintai karena orang lain baik kepadanya. Ia mencintai karena cinta telah menjadi kualitas keberadaannya.
Jika kebaikannya dibalas dengan keburukan, ia tidak punya respon sebaliknya. Cintanya tidak ikut berubah menjadi kebencian.
Karena sumber cintanya bukan berasal dari perlakuan orang lain. Melainkan dari kejernihan hatinya sendiri.
Selama cinta masih bergantung pada sikap orang lain, ia akan mudah berubah. Hari ini mencintai, besok membenci. Hari ini merasa disayang, besok merasa disakiti.
Namun ketika kamu menjadi cinta itu sendiri, tidak ada lagi yang perlu dipertahankan. Kamu tetap mengasihi tanpa kehilangan kebijaksanaan. Tetap memberi tanpa kehilangan martabat.
Sebab cinta sejati tidak lahir dari balasan. Ia lahir dari keutuhanmu sendiri.


