
Kalau Dipikir-Pikir Kita itu Tidak Pantas untuk Bersedih
Kalau direnungkan, betapa luar biasanya kita diberi kesempatan hidup di dalam tubuh ini. Kita bisa bernapas. Bisa melihat langit. Bisa merasakan hangat matahari, dinginnya hujan, suara burung, dan pelukan orang yang kita cintai. Dan kita hidup di bumi yang begitu indah.
Luar biasanya, kita diberi anugerah yang langka: kesadaran. Kita bisa menyadari bahwa kita ada. Kita bisa merenung, mencintai, belajar, dan merasakan bahwa diri kita adalah bagian dari kehidupan yang begitu luas. Bukankah itu keajaiban?
Maka ketika kesedihan datang, jangan lantas tenggelam di dalamnya. Ingatlah kembali anugerah yang sudah ada.
Bukan berarti kamu tidak boleh sedih. Kesedihan adalah pengalaman manusiawi yang patut dihormati. Namun jangan sampai ia membuatmu lupa pada betapa berharganya kesempatan hidup ini.
Di balik setiap luka, sadari saja napasmu masih mengalir. Di balik setiap kehilangan, sadari saja kehidupan memelukmu.
Ayo, angkat wajahmu sejenak. Lihat langit. Rasakan bumi. Sadari tubuhmu yang masih hidup. Kamu bisa berbisik dalam hati: “Betapa beruntungnya aku bisa hadir di sini, menjadi bagian dari tarian semesta yang indah ini.”


