
Tamasya ke Neraka
Tidak perlu menunggu mati untuk pergi ke neraka. Kamu bisa bertamasya ke sana kapan saja.
Cukup duduk diam, lalu buka kembali luka lama yang belum selesai. Ingat penghinaan yang pernah kamu terima. Putar ulang pengkhianatan, penolakan, atau trauma yang terus kamu simpan. Alhasil dalam hitungan detik, tubuhmu menegang. Emosimu berubah. Hatimu terasa berat. Padahal secara fisik, kamu masih berada di sini.
Inilah yang menarik. Neraka bukan hanya tempat. Ia juga bisa menjadi keadaan batin. Ketika pikiran terus mengulang luka yang sama, kamu seperti sedang membeli tiket untuk berwisata ke masa lalu. Dan setiap kali berkunjung, rasa sakit itu terasa nyata kembali.
Bukan karena peristiwa itu masih terjadi, tetapi karena ingatanmu terus menghidupkannya. Jangan salah paham ya. Bukan berarti luka harus dilupakan atau ditolak.
Luka perlu disadari, dipahami, dan dirasakan hingga tuntas. Tetapi berbeda antara menyadari luka dengan terus-menerus tinggal di dalamnya.
Jika kamu sedang bertamasya ke neraka batinmu, sadarlah. Ya mungkin kamu boleh berkunjung untuk belajar. Tapi jangan membangun rumah di sana. Karena hidupmu terjadi hari ini, bukan di dalam luka kemarin.


