
Buku Merah & Buku Biru
Bayangkan hidupmu memiliki dua buku.
Buku merah berisi pengalaman pahit, luka, kekecewaan, dan orang-orang yang pernah menyakitimu. Setiap halaman menyimpan kenangan yang membuat hati terasa berat.
Sementara buku biru berisi momen indah, tawa, cinta, pertolongan, dan orang-orang yang pernah menghadirkan kebahagiaan dalam hidupmu.
Namun anehnya, banyak manusia lebih sering membuka buku merah. Ia terus mengulang luka lama, mengingat penghinaan, menghidupkan kembali rasa sakit yang sebenarnya sudah lewat. Energinya habis untuk membaca halaman yang membuat batinnya semakin gelap.
Padahal, ia juga memiliki buku biru. Ada begitu banyak hal baik yang pernah hadir. Ada kasih yang pernah menyentuh hidupmu. Ada momen hangat yang sebetulnya bisa menjadi sumber kekuatan dan rasa syukur.
Maka pilihlah dengan sadar. Bukan berarti menghindari luka, tetapi belajar darinya, dan jangan menjadikannya tempat tinggal.
Tempatkan energimu pada hal-hal yang menghidupkan. Pada kenangan yang membuat hatimu bertumbuh, bukan mengecil. Lihat sekelilingmu, alih-alih sibuk dengan orang yang membenci dan menyakitimu, fokuslah pada orang-orang yang masih menyayangimu. Berbahagialah dengan mereka. Karena hidupmu akan mengikuti buku mana yang paling sering kamu baca.
Dan ketika kamu memilih buku biru, hidupmu akan lebih terang dan penuh syukur.


