Hati-Hati, Minuman dan Makanan itu Menangkap Vibrasimu lho

Perhatikan bagaimana kamu berbicara di hadapan makanan dan air yang akan kamu konsumsi.

Ketika kamu bersungut-sungut, mengeluh, atau meluapkan kebencian di dekatnya, tanpa sadar kamu sedang “mengisi” ruang itu dengan energi yang sama. Lalu kamu meminumnya. Kamu memakannya. Seolah kamu sedang menelan kembali apa yang keluar dari dirimu sendiri.

Air adalah kehidupan. Ia sederhana, namun sangat peka. Ia hadir sebagai penghubung antara tubuh dan kesadaranmu. Begitu pula makanan, ia bukan hanya materi, tetapi juga pembawa energi.

Apa yang kamu ucapkan, apa yang kamu rasakan, ikut menyertai apa yang kamu konsumsi. Maka berhentilah sejenak. Sebelum minum, sebelum makan, sadari dirimu. Tenangkan hatimu. Lembutkan bahasamu. Bersyukurlah, walau sederhana.

Karena yang masuk ke dalam tubuhmu bukan hanya air dan makanan, tetapi juga kualitas kesadaranmu saat itu. Jika kamu ingin tubuh dan hidupmu terasa ringan, mulailah dari hal kecil.

Jangan minum kebencianmu sendiri. Jangan makan keluhanmu sendiri. Isi hidupmu dengan kesadaran yang jernih, dan biarkan kehidupan mengalir keluar dengan lebih damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *